Titiknolnews.com|Mataram, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Badan Koordinasi Bali-Nusa Tenggara (Badko Bali-Nusra) resmi dilantik pada Sabtu, 17 Oktober 2026, bertempat di Gedung Inovatif Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kota Mataram.
Pelantikan ini mengusung tema besar “HMI Confidence: Meneguhkan Integrasi Keumatan dan Kebangsaan Menuju Indonesia Berdaulat.”
Ketua HMI MPO Badko Bali-Nusa Tenggara terpilih, Zulhuda Apriadi, menegaskan pelantikan ini bukan sekadar pergantian struktur, melainkan momentum untuk mengembalikan kepercayaan diri kader.
“HMI Confidence adalah spirit untuk mengembalikan marwah kader sebagai Insan Ulil Albab yang turut bertanggungjawab atas terwujudnya tatanan masyarakat yang diridhoi Allah SWT, HMI Badko Bali-Nusra harus hadir sebagai solusi, bukan hanya sebagai penonton atas persoalan umat dan bangsa di daerah,” tegas Zulhuda.
Ia menjelaskan, Badko Bali-Nusra yang membawahi cabang se-Bali, NTB dan NTT akan fokus pada tiga agenda: konsolidasi cabang, peningkatan kualitas kaderisasi, dan advokasi isu strategis daerah.
Zulhuda juga mengumumkan program prioritas kepengurusan baru yakni pembentukan HMI Cabang baru di wilayah Bali, NTB dan NTT.
“Ke depan, kita akan fokus pada pembentukan HMI Cabang di wilayah Bali, NTB dan NTT. Masih banyak kabupaten dan kampus yang belum terjangkau HMI, padahal potensinya besar. Ini ikhtiar memperluas jangkauan dakwah dan kebangsaan agar nilai keislaman dan keindonesiaan hadir sampai ke pelosok Bali-Nusra,” jelasnya.
“Kami ingin HMI di Bali-Nusra solid. Dari Mataram, Denpasar hingga Kupang, kita satu barisan untuk Indonesia Berdaulat,” tambahnya.
Pelantikan pengurus HMI MPO Badko Bali-Nusa Tenggara resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum PB HMI MPO, Handi Muharam.
Dalam sambutannya, Handi mengapresiasi semangat baru Badko Bali-Nusra dan menilai tema HMI Confidence sangat relevan di tengah krisis keteladanan saat ini.
“Badko Bali-Nusra adalah etalase HMI di wilayah timur Indonesia yang plural dan penuh dinamika kebangsaan. Dengan tema Meneguhkan Integrasi Keumatan dan Kebangsaan, saya berharap kepengurusan Zulhuda Apriadi mampu menjaga independensi, memperkuat literasi, dan menjadi mitra kritis yang konstruktif bagi pembangunan bangsa,” ujar Handi Muharam.
“HMI harus kembali menjadi rumah perkaderan yang melahirkan pemimpin berintegritas, bukan sekadar alat mobilisasi. Pelantikan ini harus menjadi titik tolak lahirnya pemimpin masa depan Indonesia dari Bali-Nusra,” tegasnya.
Acara pelantikan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar pengurus, penyerahan bendera pataka, dan dialog kebangsaan yang melibatkan Kader HMI dari berbagai Cabang, KAHMI, dan unsur Cipayung Plus.
Pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan awal perjuangan untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara.(Red)



