Titiknolnews.com | Bima — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkolaborasi dengan TP PKK Kabupaten Bima menggelar kegiatan pemberdayaan perempuan dan keluarga di Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi.
Kegiatan yang berlangsung pada (15/10/2026) ini berfokus pada tiga agenda utama, yakni Pembinaan Dasawisma, pelatihan pengolahan makanan, serta penguatan kapasitas perempuan dalam penanggulangan bencana.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi NTB, Ibu Sinta M. Iqbal, dan Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Murni Suciyanti Ady Mahyudi. Turut hadir pengurus PKK dari tingkat provinsi hingga desa, para Ketua Kelompok Kerja (Pokja), kader Dasawisma, serta perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima.
Untuk mengoptimalkan pelaksanaan, rangkaian kegiatan dibagi ke dalam tiga lokasi berbeda. Pembinaan Dasawisma dipusatkan di Aula Kantor Desa Nipa, sosialisasi penanggulangan bencana digelar di Aula Korwil Pendidikan Kecamatan Ambalawi, sementara pelatihan pengolahan makanan berlangsung di Aula Kantor Camat Ambalawi.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Murni Suciyanti Ady Mahyudi, menegaskan bahwa sinergi ini menjadi wujud nyata pentingnya kolaborasi antar-lembaga dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Ketiga agenda ini saling melengkapi, mulai dari penguatan basis kelembagaan Dasawisma, peningkatan keterampilan pengolahan pangan untuk produktivitas perempuan, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ujarnya.
Ia berharap para kader PKK dan Dasawisma yang hadir dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, serta mampu menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan masyarakat luas di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi NTB, Ibu Sinta M. Iqbal, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bagian integral dari upaya mendorong peran aktif perempuan dan keluarga dalam pembangunan daerah.

“Pemberdayaan perempuan melalui PKK harus terus diperkuat agar setiap keluarga mampu mandiri secara ekonomi, mengembangkan potensi diri, serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Kegiatan kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan sebagai penggerak utama ketahanan keluarga dan pembangunan desa di Kabupaten Bima.(Red)



