Titiknolnews.com | Bima, – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Mahasiswa Sila (FPM Sila) bersama masyarakat Dusun Jala menggelar aksi protes dan boikot jalan, Selasa (29/9/2026).
Aksi tersebut dipicu oleh putusnya jembatan penghubung antar desa di Dusun Jala, Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima yang sudah rusak parah selama satu tahun terakhir, namun belum mendapat atensi dari pemerintah.
Jembatan tersebut diketahui merupakan akses vital bagi warga. Terputusnya jembatan berdampak langsung pada lumpuhnya aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pertanian warga Dusun Jala.
Ketua Umum FPM Sila dalam orasinya menyayangkan sikap pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Bima.
“Jawaban pemerintah desa selalu klasik, sudah diajukan, tunggu anggaran. Kami pertanyakan, prioritas pembangunan Desa Nggembe itu untuk siapa? Masa jembatan yang jadi urat nadi warga dibiarkan putus setahun,” tegasnya
FPM Sila menilai pembiaran jembatan putus selama setahun ini sebagai bentuk kegagalan pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Bima dalam memberikan pelayanan dasar infrastruktur kepada rakyat.
Dalam aksi tersebut, FPM Sila menyampaikan tuntutan utama:
1. Mendesak Bupati Bima dan Dinas PUPR Kabupaten Bima untuk segera turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dusun Jala dan membangun kembali jembatan Dusun Jala secara permanen, bukan hanya perbaikan darurat.
Sebagai bentuk keseriusan, FPM Sila memberikan ultimatum keras kepada pemerintah.
Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata di lapangan, mereka berjanji akan kembali menggelar aksi massa yang lebih besar dengan memblokade total Jalan Lintas Bima-Sumbawa.

Jika pemerintah abai, kami bersama warga akan membangun sendiri dengan aksi solidaritas sebagai bentuk protes moral atas kegagalan negara, tutupnya. (Ads)



