Ikuti Kami
Advertisement
Advertisement

Anggota Komisi VIII DPR RI Mahdalena Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Kota Bima

Redaksi Titik Nol News September 28, 2026 2 Min Read 300 Views
Share:

Titiknolnews.com |Kota Bima, – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTB I, Hj. Mahdalena, S.S., M.M., menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Aula Perpustakaan Kota Bima, Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Tokoh Masyarakat, Tokoh wanita, organisasi wanita dan pemerintahan setempat

Dalam penyampaiannya, Hj. Mahdalena menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup hanya dipahami secara teori. Nilai-nilai tersebut, kata dia, perlu dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

 “Kebangsaan bukan sekadar diucapkan, melainkan dijalankan. Pancasila adalah dasar negara yang mengatur seluruh kehidupan berbangsa. UUD 1945 menjadi landasan hukum. NKRI adalah rumah bersama yang tidak boleh dipecah. Dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi perekat yang menjaga kita tetap satu meskipun berbeda latar belakang,” ujar Hj. Mahdalena.

Ia menjelaskan, keberagaman suku, agama, budaya hingga perbedaan pandangan merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang perlu dijaga bersama. Perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, penguatan nilai-nilai kebangsaan semakin penting di tengah perkembangan informasi dan dinamika kehidupan sosial yang berlangsung cepat. Karena itu, masyarakat perlu memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

 “Kita berbeda-beda, tetapi tetap satu bangsa. Persatuan ini tidak terjaga dengan sendirinya, melainkan harus dirawat oleh setiap warga. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga tempat kerja. Saling menghargai, tidak membeda-bedakan, dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan,” tegasnya.

Selain menekankan pengamalan Empat Pilar, dalam topik penyampaiannya Mahdalena juga menyoroti pentingnya peningkatan pendidikan politik perempuan.

Menurut legislator asal Pulau Sumbawa tersebut, perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan bangsa. Perempuan bukan hanya sebagai pendidik pertama di keluarga, tetapi juga harus aktif dan melek politik agar mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah dan nasional.

“Pendidikan politik perempuan sangat penting. Perempuan harus paham hak dan kewajibannya sebagai warga negara, berani bersuara, dan terlibat dalam proses-proses kebangsaan. Dari rumah, perempuan menanamkan nilai toleransi, dari masyarakat perempuan menggerakkan persatuan,” ungkap Mahdalena.

Ia berharap, organisasi wanita yang hadir dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendorong partisipasi politik perempuan di Kota Bima agar lebih berdaya dan berkontribusi.

Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif. Peserta turut menyampaikan pandangan dan pertanyaan mengenai penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar Kebangsaan diharapkan semakin kuat, sehingga nilai-nilai persatuan, keberagaman, dan kehidupan berbangsa dapat terus dijaga di tengah masyarakat. (Red)