Ikuti Kami
Advertisement
Advertisement

Penangkapan 6 Terduga Pengedar Sabu di Desa Penapali, Awaluk Zihad Serukan Perang Total Lawan Narkoba

Redaksi Titik Nol News September 16, 2026 2 Min Read 439 Views
Share:

Titiknolnews.com – Desa Penapali, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, digegerkan dengan penangkapan 6 orang terduga pengedar narkotika jenis sabu-sabu. Operasi penindakan berlangsung di Dusun Kalibaru RT 07 RW 03, Selasa sore sekitar pukul 17.40 WITA.

Keenam terduga diamankan aparat bersama barang bukti sabu-sabu. Penindakan ini menjadi bukti maraknya peredaran gelap narkoba yang mulai meresahkan warga desa yang selama ini dikenal tenang.

Operasi tersebut dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menanggapi kejadian tersebut, tokoh pemuda Bima, Awalul Zihad, menyerukan perlawanan total terhadap narkoba. Menurutnya, narkoba bukan hanya kejahatan biasa, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi.

“Narkoba bukan sekadar barang terlarang. Ia merusak martabat manusia, membunuh hati nurani, dan menumbuhkan sifat keji dalam diri pemakainya,” tegas Awalul Zihad.

Ia menegaskan, membiarkan peredaran narkoba sama artinya membiarkan masa depan bangsa dihancurkan.

Memerangi narkoba adalah bentuk kepedulian kita terhadap tanah air. Jika dibiarkan, generasi mendatang akan hancur. Siapa pun yang merusak generasi, harus kita LAWAN! Agar negeri ini tidak binasa di tangan generasi yang rusak, serunya.

Awalul Zihad bersama warga memberikan apresiasi atas langkah cepat dan tegas Polres Bima yang berhasil mengungkap dugaan jaringan narkoba di Penapali.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Polres Bima. Ini bukti aparat hadir. Namun pengawasan harus terus diperketat dan operasi diperluas hingga ke pelosok desa,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Penapali, untuk tidak tinggal diam dan tidak membiarkan desanya kembali dijadikan tempat transaksi narkoba.

Jangan biarkan nama desa yang kita cintai terus tercoreng. Mari kita jaga dan pulihkan kehormatan Penapali demi anak-anak kita dan masa depan Bima yang lebih baik, pungkasnya. (Red)