Titiknolnew.com | BIMA — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) BCW mengeluarkan pernyataan sikap yang sangat tegas dan keras terkait insiden penganiayaan berat terhadap wasit yang mewarnai Turnamen Sepak Bola Walikota Bima Cup 2026.
Direktur LSM BCW, Adriansyah, S.H, secara resmi menuntut agar seluruh rangkaian pertandingan dihentikan seketika dan secara menyeluruh. Ia juga mendesak aparat kepolisian segera menangkap pelaku utama penyerangan serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan total pengamanan dan pembiaran tindak pidana.
Pernyataan keras ini disampaikan Adriansyah usai meninjau langsung fakta dan kronologi kejadian yang berlangsung Jumat (29/5) di Lapangan Teratai Mako Brimob Batalyon C Pelopor. Lokasi yang seharusnya menjadi tempat paling aman dan terlindungi karena berada di lingkungan markas pasukan keamanan, justru berubah menjadi saksi kekerasan biadab dan pembiaran hukum yang sangat memalukan.

IMPERIUM Bima Ingatkan Pansel: Hasil Capim BAZNAS Harus Objektif, Tolak Calon Tak Penuhi Syarat
Kami mengecam keras tindakan tidak manusiawi yang dilakukan pemain SASILI FC. Menyerang, menyeluduk dada, hingga mencekik leher wasit sampai jatuh terkapar itu BUKAN lagi pelanggaran olahraga, melainkan TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN yang diatur KUHP dan wajib ditindak tegas,” tegas Adriansyah, S.H, Sabtu (30/5).
Selain pelaku di lapangan, pihaknya juga menyoroti tajam kegagalan sistem keamanan yang dipimpin oleh Komandan Batalyon C Pelopor, AKBP Wahdanion Segara. Berdasarkan Informasi dan data yang diperoleh BCW, Wahdanion selaku penanggung jawab keamanan diketahui sudah menerima biaya pengamanan dalam jumlah besar ditambah pemasukan lain kisaran puluhan juta rupiah per hari.
Namun fakta di lapangan sangat kontradiktif: ia justru angkat kaki, meninggalkan lokasi, dan membiarkan kekerasan berlangsung di depan mata tanpa tindakan apa pun dan pelaku dibiarkan lolos begitu saja tanpa diamankan. Ini adalah kelalaian berat, pengkhianatan amanah, dan pembiaran tindak kriminal. Keamanan yang dijual ternyata palsu belaka,” tegas Adriansyah dengan nada tinggi.
Berdasarkan rangkaian fakta memilukan tersebut, LSM BCW merilis dua tuntutan mutlak yang harus dipenuhi saat ini juga tanpa kompromi:
🚨 TUNTUTAN RESMI LSM BCW:
1. HENTIKAN SEKETIKA SELURUH TURNAMEN WALIKOTA BIMA CUP 2026
Seluruh aktivitas pertandingan wajib dihentikan sekarang juga. Ajang ini tidak layak dilanjutkan selama hukum belum ditegakkan, pelaku masih bebas, dan rasa aman belum dipulihkan. Jangan biarkan olahraga terus dicemari budaya kekerasan dan ketidakadilan.
2. SEGERA TANGKAP DAN PROSES HUKUM: PELAKU UTAMA & PIHAK YANG LALAI
– Pemain SASILI FC yang secara nyata melakukan penyerangan fisik, penyeludukan, dan pencekikan terhadap wasit.
– AKBP Wahdanion Segara beserta unsur keamanan yang bertugas namun melalaikan tugas, membiarkan kejadian, dan membiarkan pelaku lolos. Mereka wajib diserahkan ke kepolisian untuk diproses karena kelalaian jabatan dan pembiaran tindak pidana.
Adriansyah juga memberikan peringatan keras untuk masa depan penyelenggaraan acara di Bima:
Jangan Pernah Sekali-kali ada rencana mengadakan kegiatan apa pun di Lapangan Mako Brimob, jika pimpinan dan pengelola di sana tidak mampu memberikan jaminan keselamatan nyata. Di markas pasukan keamanan saja orang bisa dipukul dan pelakunya lolos, lalu di mana lagi warga bisa merasa aman?
LSM BCW menegaskan akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Kepercayaan publik sudah dikhianati, marwah institusi ternoda, dan hukum harus berbicara. “Kami minta pertanggungjawaban penuh atas uang keamanan yang sudah diterima tapi jasa keamanan tidak pernah diberikan. tutup Adriansyah, S.H.
Saat ini, wasit menjadi korban masih menjalani perawatan medis akibat sesak napas, nyeri dada, pinggang, dan punggung yang diderita pasca-serangan brutal tersebut.


