Ikuti Kami
Advertisement
Advertisement

Syukriadin, S.H. (Suken) Apresiasi Langkah Diplomasi Bupati-Wakil Bupati Datangkan Anggaran Pusat Bangun Infrastruktur di Bima

Redaksi Titik Nol News Mei 24, 2026 5 Min Read 437 Views
Share:

Kabupaten Bima, Titiknolnew.com – Langkah strategis serta kemampuan diplomasi politik yang ditunjukkan Bupati Bima, Ady Mahyudi, bersama Wakil Bupati Bima, dr. Irfan, dalam menjemput ratusan miliar rupiah dana bantuan dari Pemerintah Pusat khusus untuk pembenahan dan pembangunan infrastruktur daerah, menuai apresiasi yang sangat tinggi dari berbagai elemen masyarakat.

Salah satu yang memberikan penghargaan dan penilaian positif tersebut adalah Syukriadin, S.H., yang akrab disapa Suken, selaku tokoh masyarakat sekaligus penggiat pembangunan daerah. Pernyataan ini disampaikannya secara langsung saat diwawancarai wartawan Titiknolnew.com, Minggu (24/5/2026).

Menurut pandangan Suken, upaya keras yang dilakukan pasangan pimpinan daerah yang dikenal luas dengan sebutan Ady-Irfan ini merupakan sebuah terobosan kebijakan yang paling tepat, cerdas, dan sangat strategis di tengah kondisi keuangan daerah yang selama ini diketahui sangat terbatas. Kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bima dinilainya sudah nyaris tidak memiliki ruang dan kemampuan lagi untuk membiayai proyek-proyek pembangunan berskala besar maupun pembenahan infrastruktur yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan mendesak untuk ditangani.

Keberhasilan mendatangkan dana bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui berbagai skema program, mulai dari Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, hingga program khusus pengairan dan pengelolaan sumber daya air, merupakan bukti nyata adanya kekuatan hubungan, akses, serta kemampuan negosiasi tingkat tinggi yang dimiliki pimpinan daerah dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait di Jakarta. Hal ini menjadi modal besar yang tidak semua daerah mampu melakukannya.

“Saya secara pribadi mewakili aspirasi banyak lapisan masyarakat, sangat mengapresiasi langkah cerdas dan kerja keras Bupati beserta Wakil Bupati ini. Ini adalah bentuk kerja nyata, bukan sekadar janji manis atau retorika politik semata yang sering kita dengar. Di saat hampir seluruh daerah di Indonesia sedang mengalami kesulitan keuangan dan perlambatan pembangunan, Pemerintah Kabupaten Bima justru tampil aktif, tidak diam saja, terus melobi, berkoordinasi secara intensif hingga akhirnya dana ratusan miliar rupiah ini bisa cair dan masuk ke daerah kita. Ini adalah sebuah prestasi luar biasa yang patut dicatat emas, karena kita semua sadar betul, mustahil jalan, jembatan, maupun jaringan irigasi bisa diperbaiki secara masif dan tuntas jika kita hanya mengandalkan uang murni dari daerah,” ujar Suken dengan nada bangga.

Bukan hanya sektor jalan dan pengairan, berkat pendekatan dan diplomasi yang sama, berbagai program besar dan strategis lain juga berhasil didatangkan untuk kemajuan Bima. Di antaranya pembangunan 16 Titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang bersumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang saat ini sudah masuk tahapan persiapan pembangunan fisik. Tak kalah besar, rencana pembangunan Pabrik Pakan Ternak dengan nilai anggaran mencapai 1,3 Triliun Rupiah kini dipromosikan menjadi industri strategis daerah, yang diharapkan mampu menopang produktivitas dan kesejahteraan petani, peternak, pelaku UMKM, hingga para nelayan.

Selain itu, sejumlah fasilitas pelayanan dasar juga terus dipacu pembangunannya, seperti ruang Pelayanan Intensif Anak/Rawat Intensif Neonatus (PICU/NICU) di Rumah Sakit Sondosia yang dalam waktu dekat akan diresmikan guna meningkatkan pelayanan kesehatan rujukan. Revitalisasi gedung sekolah terus berjalan demi meningkatkan kualitas pendidikan, pembangunan Puskesmas Pembantu (PUSTU) dilaksanakan secara berkala untuk mendekatkan akses layanan kesehatan ke pelosok desa, serta program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menargetkan 550 unit per tahun.

Di sektor kepegawaian, perhatian besar juga diberikan melalui rencana pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan pos anggaran mencapai 62 Miliar Rupiah untuk menampung 13.970 tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. Status mereka telah diakui secara resmi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan pemerintah menegaskan bahwa para tenaga yang bekerja sungguh-sungguh dan berdedikasi tinggi akan selalu mendapatkan perhatian khusus untuk jenjang karir yang lebih tinggi ke depannya. Sementara itu, pembangunan ruas-ruas jalan pendukung juga terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Ia menjelaskan lebih lanjut, bahwa selama bertahun-tahun ini, masyarakat Kabupaten Bima sangat merasakan secara nyata dampak buruk dari kondisi infrastruktur yang rusak parah, terbatas, dan belum merata. Mulai dari kondisi jalan utama yang berlubang, bergelombang, dan rawan kecelakaan, jaringan irigasi yang rusak sehingga aliran air macet dan tidak sampai ke lahan petani, hingga akses penghubung antar kecamatan dan desa yang sulit dilalui, semuanya menjadi keluhan utama warga yang belum kunjung mendapatkan solusi tuntas, semata-mata terkendala masalah keterbatasan biaya dan anggaran.

Namun, berkat pendekatan politik dan strategi jemput bola yang dibangun secara serius oleh pasangan Ady-Irfan, kini sumber dana besar tersebut sudah tersedia dan dipastikan penggunaannya akan difokuskan untuk menangani titik-titik paling krusial dan menjadi prioritas utama daerah. Mulai dari perbaikan dan pelebaran ruas jalan utama, pembangunan jembatan penghubung, pembangunan embung penampung air, hingga pemulihan dan pengembangan jaringan pengairan teknis yang sangat dibutuhkan untuk menunjang sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.

“Kita tidak bisa menutup mata dan harus objektif, bahwa APBD Kabupaten Bima ini mayoritas besarnya habis terserap untuk kebutuhan gaji pegawai, tunjangan, serta biaya operasional pemerintahan sehari-hari. Sisa yang ada sangatlah kecil, bahkan hampir tidak ada, untuk kebutuhan pembangunan fisik. Maka dari itu, kemampuan menjemput uang dari pusat inilah yang menjadi kunci pembuka jalan kemajuan bagi Bima ke depan. Saya sangat puas dan lega, karena ini membuktikan bahwa pimpinan daerah kita hadir, peduli, berjuang, dan memiliki akses yang kuat demi kepentingan rakyat banyak. Model diplomasi seperti inilah yang sebenarnya kita butuhkan agar Kabupaten Bima tidak terus-menerus tertinggal dan jauh di belakang dibandingkan dengan daerah-daerah lain,” tambahnya.

Meski sangat mengapresiasi dan merasa bangga, Suken juga menyampaikan harapan sekaligus pesan penting kepada pemerintah daerah, agar dana besar yang sudah susah payah didapatkan tersebut dapat dikelola dan digunakan secara transparan, akuntabel, serta diawasi dengan sangat ketat mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan pekerjaan dan pembayarannya. Ia mengingatkan, bahwa apresiasi dan kepercayaan masyarakat yang sudah diberikan ini harus dijaga dengan hasil kerja yang berkualitas tinggi, agar tidak membuka celah terjadinya penyimpangan, kebocoran anggaran, maupun pengerjaan yang asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis.

“Dana sebesar ini adalah amanah negara dan amanah rakyat yang sangat besar. Saya sendiri dan seluruh elemen masyarakat lainnya siap untuk turut mengawal dan memantau setiap prosesnya. Karena bagi kami, hal yang paling penting dan utama itu bukan hanya soal uangnya berhasil masuk ke kas daerah, melainkan hasil akhirnya: jalan yang dibangun harus kuat, mulus, dan awet, irigasi harus bisa mengalirkan air dengan lancar sampai ke sawah, serta manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh para petani, pelaku usaha, dan seluruh warga Bima. Langkah Ady-Irfan ini harus diteruskan, diperluas, dan ditingkatkan lagi jumlahnya pada tahun-tahun mendatang,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima, Taufik, ST., M.T., juga telah menyatakan bahwa proses administrasi pencairan serta penandatanganan kontrak kerja pelaksana pembangunan sudah dinyatakan lengkap dan sah.

Seluruh paket pekerjaan fisik perbaikan dan pembangunan infrastruktur tersebut dijadwalkan akan mulai dikerjakan secara serentak di hampir seluruh wilayah Kabupaten Bima pada kuartal kedua tahun ini, dengan tujuan utama memperbaiki konektivitas wilayah, memangkas biaya logistik distribusi barang dan hasil bumi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat yang lebih cepat dan merata.

Informasi Redaksi
JurnalisSarjan
EditorRedaksi
SumberSuken
Penanggung JawabRedaksi