Kabupaten Bima, Titiknolnew.com – Di tengah tekanan fiskal yang kian berat serta menyusutnya daya dukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai kebutuhan pembangunan, Pemerintah Kabupaten Bima di bawah kepemimpinan Bupati Ady Mahyudi bersama Wakil Bupati dr. Irfan—atau yang dikenal sebagai pasangan Ady-Irfan—mengambil langkah strategis dan agresif dengan menjemput sumber pendanaan langsung dari Pemerintah Pusat. Upaya ini ditempuh guna mempercepat sekaligus menyelamatkan pembenahan sektor infrastruktur yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal ini diungkapkan secara langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima, Taufik, ST., M.T., saat memberikan keterangan kepada wartawan di Bima, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, kondisi keuangan daerah saat ini sudah tidak memadai jika hanya mengandalkan APBD semata untuk menuntaskan tumpukan persoalan infrastruktur, mulai dari perbaikan jalan, pemeliharaan jaringan irigasi, pembangunan embung, hingga pemenuhan kebutuhan air baku dan irigasi bagi lahan pertanian yang penanganannya semakin mendesak.
“Kita harus jujur dan sadar akan kondisi riil. Kemampuan anggaran APBD Kabupaten Bima saat ini sangat terbatas, paling hanya cukup untuk pemeliharaan rutin, penambalan kerusakan ringan, serta biaya operasional perkantoran. Sementara untuk perbaikan struktur jalan yang rusak parah, pelebaran jalur, pembangunan jembatan baru, atau pengembangan jaringan irigasi yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah, mustahil dipenuhi jika hanya menunggu dari uang daerah,” tegas Taufik.
Oleh sebab itu, sejak awal masa jabatan, Bupati Ady Mahyudi dan Wakil Bupati Irfan menetapkan prioritas utama dengan aktif berkoordinasi, melobi, dan membangun komunikasi intensif bersama berbagai kementerian dan lembaga di Jakarta, khususnya Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, dan Bappenas, serta didukung penuh anggota DPR RI asal daerah ini. Kerja keras dan pendekatan politik yang terbangun dengan baik ini akhirnya membuahkan hasil nyata berupa aliran dana khusus dari pusat untuk Kabupaten Bima.
“Berkat semangat dan perjuangan tak kenal lelah Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati dalam bernegosiasi, alhamdulillah dana dari pusat akhirnya cair. Nilainya mencapai ratusan miliar rupiah yang disalurkan lewat berbagai skema program, seperti Inpres Jalan Daerah, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, serta program pengairan dan sumber daya air. Dana ini ibarat penyelamat bagi kami, karena tanpanya banyak rencana pembangunan infrastruktur pasti tertunda atau bahkan tidak bisa dilaksanakan sama sekali,” jelasnya.
Secara rinci, Taufik menyampaikan bahwa penggunaan dana besar ini diprioritaskan untuk menangani ruas-ruas jalan utama penghubung antarkecamatan dan pusat pertumbuhan ekonomi yang kondisinya rusak parah, berlubang, dan bergelombang—yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat serta mengganggu keselamatan dan kenyamanan berkendara. Selain jalan, fokus pembangunan juga diarahkan pada pembenahan jaringan irigasi teknis, pembangunan embung penampung air, serta pengembangan sarana penyediaan air baku yang sangat dibutuhkan untuk menunjang sektor pertanian, perkebunan, dan kebutuhan air bersih warga.
Pasangan Ady-Irfan menegaskan, perjuangan membawa anggaran dari Jakarta merupakan amanah dan tanggung jawab besar yang harus dilaksanakan sebaik mungkin. Setiap rupiah yang diterima dari negara wajib dikelola secara transparan, akuntabel, serta diawasi ketat agar tepat sasaran, bermanfaat langsung bagi rakyat, dan bebas dari pemborosan maupun penyimpangan.
“Kami tidak menginginkan hasil pekerjaan setengah jadi, bermutu rendah, atau asal selesai. Karena ini uang rakyat, pelaksanaannya harus sesuai spesifikasi teknis dan dapat dipertanggungjawabkan. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, kemampuan menjemput dana pusat menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan kencang, infrastruktur Kabupaten Bima makin mantap, dan siap mendukung percepatan investasi, pariwisata, serta peningkatan ekonomi masyarakat luas,” ujarnya.
Lewat pembenahan infrastruktur secara masif ini, pemerintah daerah menargetkan angka kemantapan jalan di Kabupaten Bima dapat meningkat tajam dalam waktu dekat. Selain itu, perbaikan konektivitas dan ketersediaan air irigasi diproyeksikan memangkas biaya logistik, mempercepat distribusi hasil bumi, meningkatkan produktivitas pertanian, serta membuka akses menuju kawasan potensial yang sebelumnya sulit dijangkau.
Para pengamat kebijakan publik menilai langkah Ady-Irfan sebagai keputusan yang tepat dan strategis. Di saat sebagian besar daerah di Indonesia menghadapi kesulitan keuangan, kemampuan menjalin hubungan, akses, dan negosiasi dengan pemerintah pusat menjadi nilai tambah besar bagi kemajuan Kabupaten Bima. Meski demikian, pengawasan ketat atas penggunaan anggaran menjadi syarat mutlak agar manfaat pembangunan merata hingga ke pelosok desa dan tidak menjadi ladang penyimpangan.
“Prestasi menjemput dana ratusan miliar ini patut diapresiasi, namun yang lebih penting adalah bagaimana dana tersebut dibelanjakan dan diselesaikan. Jangan sampai nilai anggaran yang besar membuka peluang praktik korupsi atau pengerjaan asal jadi. Masyarakat berhak memantau, dan pemerintah wajib bersikap terbuka serta transparan di setiap tahapan pelaksanaan,” ungkap salah satu pengamat.
Lanjut, proses administrasi pencairan dana serta penandatanganan kontrak kerja pelaksana pembangunan dinyatakan lengkap. Pekerjaan fisik perbaikan dan pembangunan infrastruktur dijadwalkan berjalan serentak di berbagai titik wilayah Kabupaten Bima mulai kuartal kedua tahun ini.
Pasangan Ady-Irfan menegaskan, perjuangan ini tidak berhenti di sini. Ke depan, upaya mendatangkan anggaran yang lebih besar akan terus digalakkan demi mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur Kabupaten Bima dibandingkan daerah lain.



