Ikuti Kami
Advertisement
Advertisement

Bupati Bima Letakkan Batu Pertama KNMP Rompo, Pusat Ekonomi Nelayan Pesisir Mulai Dibangun

Redaksi Titik Nol News Oktober 8, 2026 2 Min Read 105 Views
Share:

Titiknolnews.com — Bupati Bima Ady Mahyudi secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Rompo, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Selasa (7/10/2026).

Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan pusat ekonomi baru bagi nelayan pesisir Bima. Desa Rompo ditetapkan sebagai KNMP Hub atau lokasi utama dari 13 KNMP yang disetujui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Kabupaten Bima tahun ini.

Bupati Bima Ady Mahyudi dalam sambutannya menegaskan KNMP bukan sekadar proyek fisik, melainkan ekosistem ekonomi perikanan terpadu dari hulu ke hilir.

“KNMP harus menjadi ekosistem yang memudahkan nelayan mulai dari melaut, mendaratkan hasil tangkapan, menjaga mutu ikan, menyimpan, hingga memasarkan agar nilai tambahnya naik,” ujar Bupati.

Pembangunan KNMP Rompo merupakan hasil lobi dan sinergi Pemkab Bima dengan pemerintah pusat. Dari 16 desa pesisir yang diusulkan, 13 lokasi lolos seleksi ketat KKP setelah melalui survei kelayakan dan pemetaan topografi, termasuk ketersediaan lahan yang telah disepakati di tingkat desa.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima, Tajuddin, menjelaskan program ini merupakan tindak lanjut komitmen Pemkab Bima setelah memaparkan potensi kelautan kepada Menteri KKP pada Februari 2026 lalu.

“Program ini memperkuat usaha perikanan melalui pembangunan infrastruktur pendukung yang terintegrasi,” kata Tajuddin.

Sejumlah fasilitas akan dibangun di Rompo, antara lain tambatan perahu dan shelter pendaratan ikan, pabrik es portable dan cold storage, kios perbekalan, fasilitas docking dan bengkel, penerangan kawasan, air bersih dan jalan lingkungan, serta sarana penangkapan dan BBM nelayan.

Pekerjaan fisik KNMP di 13 lokasi ditargetkan rampung akhir Desember 2026. Penunjukan pelaksana dilakukan langsung oleh pemerintah pusat dengan anggaran pembangunan per lokasi sekitar Rp20 hingga Rp25 miliar. Sementara tahap berikutnya mencakup pengadaan kapal, alat tangkap dan kebutuhan nelayan dengan total anggaran lebih dari Rp50 miliar.

Bupati juga menekankan agar pembangunan KNMP mengedepankan mutu, integritas, serta manfaat jangka panjang. Ia berharap proyek ini membuka lapangan kerja bagi tenaga lokal dan menggunakan material dari wilayah setempat.

Dengan dimulainya KNMP Rompo, Pemkab Bima optimis ekonomi pesisir Langgudu akan naik kelas, dari sekadar aktivitas melaut menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang sejahtera dan berdaya saing.(Red)