Titiknolnews.com| Bima, 5 Agustus 2026 – Pasca pengumuman 10 besar seleksi Calon Pimpinan Baznas (Capim) Kabupaten Bima periode 2026–2031 pada Rabu, 28 Juli 2026, nama Drs. H. Fahrir H. Abubakar menjadi salah satu figur yang paling disorot publik. Sekretaris Daerah selaku Ketua Tim Pansel telah menetapkan 10 nama dari total 17 peserta yang akan diseleksi kembali menuju 5 besar.
Sosok Drs. H. Fahrir dinilai publik memiliki kualitas yang sangat mumpuni untuk membawa kemajuan Baznas ke depan. Ia dikenal luas sebagai pribadi yang luwes, bersahaja, serta memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan, keagamaan, dan berbagai bidang sosial kemasyarakatan di Bima dan Dompu.
Putra terbaik asal Desa Nata, Kecamatan Palibelo ini lahir pada 16 Juli 1967. Sebagian besar hidupnya ia abdikan untuk pelayanan umat dan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.
Jejak Pendidikan dan Organisasi
Menempuh pendidikan dasar hingga menengah pertama di kampung halamannya, Fahrir kemudian melanjutkan ke SMAN Bima (kini SMAN 1 Bima). Lulus tahun 1985, ia melanjutkan studi ke Universitas Hasanuddin Makassar dan mendalami jurusan Sastra Indonesia.
Jiwa organisasi sudah tumbuh sejak muda. Di Desa Nata, ia pernah dipercaya menjabat Ketua BPD. Di lingkungan pendidik, ia aktif sebagai Sekretaris PGRI Kecamatan Palibelo. Semasa kuliah di Makassar, kiprahnya juga terlihat saat dipercaya menjadi Sekretaris Ikatan Mahasiswa Sastra Indonesia (IMSI) Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin.

Perspektif Hukum: Batas Desa Risa dan Pandai Harus Ditentukan Berdasarkan Bukti, Bukan Klaim
Rekam Jejak Pengabdian
Langkah pengabdiannya dimulai sebagai guru di MAN 1 Bima. Dedikasinya kemudian mengantarkannya memimpin berbagai lembaga pendidikan, antara lain:
•Kepala MTs Yasin Nata
•Kepala MIN 6 Bima
•Kepala MIN 1 Bima
Setelah memimpin madrasah, ia diamanahi tugas sebagai Penyelenggara Zakat dan Wakaf di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima. Di posisi ini, ia dikenal sebagai sosok yang tegas, piawai mengatur strategi, dan handal di lapangan, sehingga dijuluki “Jenderal Lapangan”.
Puncak karirnya di birokrasi ditempati sebagai Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kemenag Bima, hingga akhirnya resmi memasuki masa purna tugas pada 1 Agustus 2025.
Visi Membawa Baznas
“Pengabdian sejati tidak pernah pensiun,” begitu prinsip yang dipegangnya. Jika terpilih memimpin Baznas Kabupaten Bima, Fahrir berkomitmen sejalan dengan visi Baznas menjadi model pengelola dana umat yang profesional dan terpercaya.
Rencana kerjanya meliputi:
• Memperkuat tata kelola pengumpulan dan penyaluran zakat yang transparan
• Meningkatkan kualitas sumber daya manusia para amil
• Memperluas jaringan kelembagaan hingga ke desa-desa
• Menjadikan zakat benar-benar membawa kesejahteraan bagi masyarakat
Masyarakat menaruh harapan besar agar pengalaman panjang, integritas, dan kedekatannya dengan masyarakat dapat membawa manfaat maksimal bagi perkembangan zakat dan kesejahteraan umat di Kabupaten Bima. (AF)


