Titiknolnews.com | Jombang, 27 Agustus 2026– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Kedatangan Presiden disambut langsung oleh jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan ribuan peserta muktamar dari seluruh Indonesia. Kehadiran Presiden menjadi simbol kuatnya sinergi antara negara dan organisasi keagamaan terbesar di Tanah Air.


Kampus Harus Jadi Ruang Aman, Ketua DPM FKH UNDIKMA Desak Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa NU memiliki peran penting dan tak terpisahkan dalam setiap perjalanan bangsa Indonesia.
Salah satu buktinya, menurut Presiden, tercermin dari lagu Syubbanul Wathan karya KH Abdul Wahab Chasbullah yang diciptakan pada tahun 1916, jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan 1945.
“Liriknya ‘Pusaka hati, wahai tanah airku’ dan ‘Bangkitlah, hai bangsaku’ itu bukan sekadar lagu. Itu adalah pesan cinta tanah air dan semangat untuk melihat Indonesia menjadi bangsa yang bangkit dan bermartabat,” ujar Presiden di hadapan peserta muktamar.
Presiden juga mengutip penggalan “Indonesia negeriku, engkau panji martabatku” sebagai cerminan kecintaan dan penghormatan terhadap tanah air yang telah diajarkan para ulama NU sejak lama.
Kedua, Presiden menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para ulama, khususnya para kiai kampung.
“Mereka setiap hari menjaga akhlak anak-anak kita, merawat kerukunan, menjaga kedamaian di desa, dan mendoakan bangsa ini tanpa pernah meminta apa pun kepada negara,” ucapnya.
Untuk mengenang jasa para ulama tersebut, Presiden menyebutnya sebagai “Jas Hijau”.
“Ini singkatan dari ‘Jangan Sekali-Kali Melupakan Jasa Ulama’. Kita tidak boleh lupa, pondasi moral bangsa ini banyak dibangun oleh para kiai,” tegasnya.
Ketiga, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat pendidikan di lingkungan sekolah dan pesantren NU. Salah satu bentuk nyatanya adalah pemenuhan fasilitas layar interaktif di lembaga-lembaga pendidikan NU.
Selain itu, kami pastikan berbagai program pemerintah dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh rakyat, termasuk warga NU di seluruh pelosok, lanjut Presiden.
Pembukaan Muktamar ke-35 NU 2026 ditandai dengan penabuhan bedug secara bersama oleh Presiden Prabowo bersama jajaran PBNU.

Penabuhan bedug ini menjadi simbol dimulainya forum tertinggi NU sekaligus penegasan komitmen bersama untuk terus mengabdi bagi kemaslahatan bangsa dan umat.
Muktamar ke-35 NU di Jombang ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan dan akan membahas berbagai isu strategis kebangsaan, keumatan, serta arah organisasi ke depan. (AF)


