Titiknolnew.com | Bima – Massa yang tergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Hukum (IMPERIUM) Bima menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Polres Bima Kota, Kamis (11/6/2026). Aksi ini digelar sebagai bentuk protes keras atas peristiwa pemukulan yang dialami seorang wasit sepak bola di lingkungan Markas Komando (Mako) Brimob Bima, sekaligus menuntut kepolisian segera mengamankan dan mengadili seluruh pihak yang terlibat sesuai aturan dan hukum yang berlaku.
Dalam orasi yang disampaikan, perwakilan Imperium Bima menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap wasit sama sekali tidak dapat dibenarkan, karena telah melanggar prinsip sportivitas maupun ketentuan hukum yang berlaku. Oleh karenanya, pihaknya menuntut proses hukum yang transparan, tegas, dan berkeadilan dari aparat kepolisian di wilayah hukum Kota Bima.
Kami tidak ingin kasus ini menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di daerah ini. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan semakin marak budaya kekerasan yang kerap terjadi di setiap turnamen sepak bola yang digelar di Bima. Oleh karena itu, kami menuntut hukuman yang memberikan efek jera bagi pelaku, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, ujar Adi Sofian, salah satu juru bicara aksi.

Buka Sosialisasi Regulasi Pemerintahan Desa, Bupati Bima Ady Mahyudi Tegaskan Transparansi Anggaran
Setelah melakukan orasi, perwakilan massa mengadakan pertemuan dan diskusi dengan unsur kepolisian serta penyidik di lokasi unjuk rasa. Dari pembahasan tersebut, disepakati bahwa pada hari Jumat, 12 Juni 2026 besok, akan dilaksanakan kegiatan gelar perkara. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas dan menelaah perkembangan proses hukum penanganan kasus penganiayaan terhadap wasit tersebut, guna memastikan jalannya penyidikan berjalan sesuai prosedur yang benar.
Selain menuntut tanggung jawab hukum atas peristiwa di Mako Brimob, Imperium Bima juga mendesak pihak kepolisian untuk secara konsisten menegakkan hukum yang berkeadilan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta melindungi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan olahraga dari ancaman tindak kekerasan.
Sementara itu, aksi demonstrasi ini sempat menyebabkan kemacetan arus lalu lintas yang cukup parah di ruas jalan depan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. Meski demikian, seluruh rangkaian aksi berlangsung dengan damai. Massa akhirnya membubarkan diri secara tertib setelah mendapatkan kepastian mengenai jadwal gelar perkara dan komitmen dari pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporan serta tuntutan masyarakat dengan serius dan profesional.


