Ikuti Kami
Advertisement
Advertisement

Jajaran Pemkab Bima Gelar Shalat Idul Adha 1447 H di Desa Rato Kecamatan Lambu

Redaksi Titik Nol News Mei 27, 2026 3 Min Read 126 Views
Share:

Titiknolnew.com– Jajaran Pemerintah Kabupaten Bima menggelar pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah yang bertepatan dengan Rabu, 27 Mei 2026, bertempat di Lapangan Temba Romba, Desa Rato, Kecamatan Lambu. Perhelatan besar keagamaan tahun ini mengusung tema: “Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS Dalam Semangat Maja Labo Dahu Menuju Bima Bermartabat”.

Pelaksanaan ibadah shalat Id berjalan khidmat dan tertib, dipimpin langsung oleh Sudirman Ibnu, S.Pd sebagai Imam, sementara khutbah disampaikan oleh Dr. Abdul Munir, M.Pdi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bima, Ady Mahyudi, Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, para Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, serta seluruh Pejabat Struktural dan Fungsional Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bima.

Selain itu, hadir pula Camat Lambu, Muaidin, S.Pd., MM, unsur Muspika, Koordinator Wilayah Pendidikan, tenaga pendidik dan kependidikan, para alim ulama, serta ribuan jamaah yang memadati lokasi shalat.

Pembangunan Sejati Adalah Pembangunan Manusia

Dalam sambutannya usai pelaksanaan shalat, Bupati Bima, Ady Mahyudi menyampaikan pesan mendalam mengenai visi pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa saat ini Kabupaten Bima sedang berada dalam satu perjalanan sejarah menuju tatanan daerah yang bermartabat.

“hari ini, Kabupaten Bima sedang berada dalam perjalanan besar sejarahnya. Kita sedang membangun daerah ini menuju Bima yang bermartabat,” ujar Bupati Ady di hadapan seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat yang hadir.

Lebih lanjut, Bupati Ady menekankan bahwa indikator keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur dari aspek fisik atau ekonomi semata. Pembangunan yang sesungguhnya harus menyentuh aspek kemanusiaan dan karakter warga masyarakat.

“Kita harus menyadari bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari jalan yang dibangun, gedung yang berdiri atau angka pertumbuhan ekonomi semata. Pembangunan sejati adalah pembangunan manusia, pembangunan hati, pembangunan akhlak, pembangunan budaya malu dan budaya tanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa tema yang diangkat dalam peringatan Idul Adha tahun ini memiliki makna strategis sebagai landasan moral bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah dalam merencanakan dan mewujudkan masa depan Kabupaten Bima yang lebih baik.

“Karena itu, tema Idul Adha hari ini sesungguhnya menjadi nafas moral bagi seluruh masyarakat dan pemerintah daerah dalam menata masa depan Kabupaten Bima,” tambahnya.

Teladani Nilai Pengorbanan untuk Atasi Krisis Moral

Sementara itu, dalam khutbah yang disampaikan, Dr. Abdul Munir, M.Pdi mengangkat isu krusial terkait kondisi sosial dan moral yang sedang terjadi di tengah masyarakat. Ia menyoroti berbagai permasalahan yang muncul, mulai dari tindakan kekerasan, konten media sosial yang tidak mendidik, hingga lunturnya rasa malu yang berdampak pada degradasi moral generasi bangsa.

“Kita mengalami krisis di berbagai bidang, pembunuhan, konten media sosial yang merusak, berdampak pada penurunan moral dan hilangnya rasa malu,” ungkap Dr. Abdul Munir.

Menurutnya, berbagai persoalan sosial tersebut berakar dari krisis iman, hilangnya nilai keteladanan, serta gaya hidup yang terlalu materialis dan hedonis. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh jamaah dan pemerintah untuk bersatu mencari solusi dengan kembali meneladani sosok Nabi Ibrahim AS yang penuh dengan nilai keimanan dan pengorbanan.

“Kehancuran moral berakar dari krisis iman, hilangnya nilai keteladanan, kehidupan materialis dan hedonis. Oleh karenanya dibutuhkan komitmen bersama dalam mencari solusinya. Tampilkan kembali sosok Nabi Ibrahim ke arah perubahan yang lebih baik,” jelasnya.

Di akhir khutbahnya, Dr. Abdul Munir mengajak seluruh jamaah untuk mengambil hikmah dan pelajaran besar dari ibadah kurban. Di antaranya adalah senantiasa berprasangka baik serta memiliki keyakinan yang kuat terhadap janji Allah SWT, teguh pendirian dan tidak mau berkompromi terhadap kebatilan, serta terus melestarikan penanaman dan penyebaran nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama demi kemajuan, kedamaian, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bima.

Informasi Redaksi
JurnalisSarjan
EditorRedaksi
SumberSuryadin
Penanggung JawabRedaksi