Ikuti Kami
Advertisement
Advertisement

Hj. Mahdalena Salurkan Bansos untuk Warga Bima, Dompu dan Sumbawa, Hadirkan Harapan di Tengah Kesulitan

Redaksi Titik Nol News Oktober 4, 2026 2 Min Read 58 Views
Share:

TITIKNOLNEWS.COM|Bima – Kapoksi Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, Hj. Mahdalena, S.S., M.M., menyalurkan bantuan sosial senilai Rp116.204.950 dari Kementerian Sosial RI untuk warga Kota Bima, Kabupaten Bima, Dompu dan Sumbawa.

Bantuan disalurkan melalui Sentra Paramita Mataram dalam kegiatan Diseminasi Program Prioritas Presiden RI Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Camat Mpunda dan Aula Kantor Camat Asakota, Jumat (2/5/2026).

Kegiatan juga diisi sosialisasi program Sekolah Rakyat dan penguatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bagi KPM Program Keluarga Harapan (PKH).

Bantuan yang disalurkan meliputi pemenuhan kebutuhan dasar, dukungan kewirausahaan, dan alat bantu aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan.

“Melalui bantuan ini kita ingin memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan mendorong kemandirian ekonomi keluarga,” ujar Hj. Mahdalena.

Perwakilan Kemensos RI dan Sentra Paramita Mataram turut memaparkan kebijakan kesejahteraan sosial dan skema pemberdayaan masyarakat agar informasi program pemerintah dapat diterima lebih luas.

Hj. Mahdalena menegaskan, sebagai Kapoksi Komisi VIII DPR RI, dirinya terus mengawal aspirasi masyarakat di bidang sosial, keagamaan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan kelompok rentan.

Selain bansos, sosialisasi Sekolah Rakyat menjadi agenda utama untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sementara penguatan P2K2 bagi KPM PKH difokuskan pada pola pengasuhan anak, pendidikan, kesehatan, pengelolaan keuangan rumah tangga, dan ketahanan keluarga.

Kegiatan di dua kecamatan tersebut menjadi ruang sinergi antara DPR RI, Kemensos, pemerintah daerah, pendamping sosial, dan masyarakat untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan bermanfaat nyata.

Penyaluran bansos Rp116,2 juta ini diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak, tetapi juga membangun kemandirian dan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan. (Red)